model Penelitian Sejarah Islam



KATA PENGANTAR


Alhamdulillah, bahwa hanya dangan petunjuk dan hidayah-Nya sajalah makalah ini bisa selesai dan bisa terwujud sehingga sampai dihadapan para pembaca yang berbahagia. Semoga kiranya memberikan sumbangan yang berarti bagi perkembangan bagi para pembaca pada masa sekarang dan yang akan datang.
Pada era globalisasi dan informasi saat ini, yang ditandai seamakin menipis dan hilangnya batas pemisah antara nilai-nilai dan lingkungan budaya bangsa, yang diikuti dengan kecendrungan terbentuknya nilai-nilai budaya yang bersifat universal, tampak studi tentang Ilmu Pendidikan Islam mejadi sangat penting dan mendapakan perhatian yang sangat luas, baik dikalangan umat Islam maupun dikalangan non Islam. Urgensi Ilmu Pendidikan Islam masa sekarang paling tidak dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi internal dan ekternal. Dengan sisi internal dimaksudkan adalah nilai-nilai dan sistem budaya yang berada dalam lingkungan umat Islam itu sendiri, sedangkan sisi ekternal yang dimaksudkan adalah nilai-nilai dan sistem budaya diluar kalangan Islam.




Penulis





(……………………)
 
 


















DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR………………………………………………………………..1
DAFTAR ISI………………………………………………………………………….2
1.      BAB I
a.       Pendahuluan……………………………………………………………….3
b.      Pengertian………………………………………………………………….3
c.       Misi ajaran Islam…………………………………………………………..3
2.      BAB II
a.       Model Penelitian Sejarah Islam…………………………………………...5
b.      Pengertian…………………………………………………………………5
c.       Metode memahami islam…………………………………..5
d.      Telaah “ konstruksi teori” penelitian agama………………………………………….8
e.       Teori-teori penelitian agama……………………………………………………....10
3.      BAB III
a.       Penutup……………………………………………………………………11
b.      Kesimpulan……………………………………………………………….11
c.       Saran……………………………………………………………………...11
4.      Daftar Pustaka………………………………………………………………..12



















BAB I
PENDAHULUAN
1.      PENGERTIAN
MISI AJARAN ISLAM

Studi terhadap misi ajaran Islam secara komprehensif dan mendalam adalah sangat diperlukan karena beberapa sebab sebagai berikut :
 Pertama
     untuk menimbulkan kecintaan manusia terhadap ajaran Islam yangdidasarkan kepada alasan yang sifatnya bulan hanya normatif , yakni karenadiperintah oleh Allah, dan bukan pula karena emosional semata-mata karenadidukung oleh argumentasi yang bersifat rasional, kultural dan aktual. Yitu argumenyang masuk akal, dapat dihayati dan dirasakan oleh umat manusia.
 Kedua,
      untuk membuktikan kepada umat manusia bahwa Islam baik secaranormatif maupun secara kultural dan rasional adalah ajaran yang dapat membawamanusia kepada kehidupan yang lebih baik, tanpa harus mengganggu keyakinanagama Islam.
 Ketiga,
        untuk menghilangkan citra negatif dan sebagian Masyarakat terhadapajaran Islam.
A.Terdapat sejumlah argumentasi yang dapat digunakan untuk menyatakan bahwa misi ajaran Islam sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam.Argumentasi tersebut dikemukakan sebagai berikut :
 Pertama
      untuk menunjukkan bahwa Islam sebagai pembawa rahmatdapat dilihat dari pengertian Islam itu sendiri. Kata Islam makna aslinyamasuk dalam perdamaian, dan oran Muslim ialah orang yang damai denganAllah dan damai dengan manusia. Damai dengan Allah, artinya berserah dirisepenuhnya kepada kehendak-Nya dan damai dengan manusia bukah saja berarti menyingkiri berbuat jahat dan sewenang-wenang kepada sesamanya,melainkan pula ia berbuat baik kepada sesamanya. Dua pengertian inidinyatakan dalam Alqur’an sebagai inti agama Islam yang sebenar-benarnya.Al-Qur’an menyatakan sebagai berikut :Islam adalah agama perdamaian dan dua ajaran pokoknya, yaituKeesaan Allah, dan kesatuan atau persaudaraan umat manusia, menjadi buktiyang nyata bahwa agama Islam selaras benar dengan mananya. Islam bukansaja dikatakan sebagai agama sekalian Nabi Allah, sebagaimana tersebut di atas, melainkan juga sesuatu yang secara taksadar tunduk sepenuhnya kepadaundang-undang Allah, yang kita saksikan pada alam semesta.

 Pertama
,     misi ajaran Islam sebagai pembawa rahmat dapat dilihat dari peran yang dimainkan Islam dalam menangani berbagai problematika agama,sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, kebudayaan, dan sebagainya.Dari sejak kelahirannya lima belas abad yang lalu Islam senantiasa hadir memberikan jawaban terhadap permasalahan di atas. Islam sebagaimanadikatakan H.A.R. Gibb bukan semata-mata ajaran tentang keyakinan saja,melainkan sebagia sebuah sistem kehidupan yang multi dimensial.Dalam bidang sosial, keadaan masyarakat terbagi-bagi kedalam sosialatau kasta yang dibedakan berdasarkan suku bangsa, bahasa, warna kulit,harta benda, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Dengan sistem kelas yangdemikian, maka tidak akan terjadi mobilitas vertikal yang didasarkan pada pretasinya masing-masing.Selanjutnya dalam bidang ekonomi, ditandai oleh praktik mendapatkan uang dengan menghalalkan segala cara, seperti dengan praktik riba, mengurangi timbangan, menipu, monopoli, kapitalisme, dan sebagainya.Keadaan yang demikian itu pada gilirannya membawa mereka yang kayasemakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Persaingan yang tidak sehatterjadi diantara mereka. Manusia telah menjadi budah dari harta benda.Selanjutnya dalam bidang pendidikan, ditandai oleh keadaana di mana pendidikan atau ilmu pengetahuan hanya milik kaum elit. Rakyat dibiarkan bodoh sehingga dengan mudah dapat disesatkan akidahnya dan selanjutnyadengan mudah dapat diperbudak.















BAB II
PEMBAHASAN
M o d e l   P e n e l I t I a n  S e j a r a h   I s l a m 
A.STUDI ISLAM
Dikalangan para ahli masih terdapat perbedaan disekitar permasalahan apakah studi islam (agama) dapat dimasukkan ke dalam bidang ilmu pengetahuan,mengingat sifat dan karakteristik antara ilme pengetahuan dan agama berbeda.Pada dataran normativitas studi Islam agaknya masih banyak terbebanioleh misi kagamaan yang bersifat memihak, romantis, dan apologis, sehinggakadar muatan analisis, kritis, medodologis, historis, empiris, terutama dalammenelaah teks-teks atau naskah-naskah keagamaan produk sejarah terdahulukurang begitu ditonjolkan, kecuali dalam lingkungan para peneliti tertentu yangmasih sangat terbatas.dengan demikian secara sederhana dapat dekemukakan jawabannya bahwadilihat dari segi normatif sebagaimana yang terdapat di dalam Alquran dan hadis,maka Islam lebih merupakan agama yang tidak dapat diberlakukan kepadanya pradigma ilmu pengetahuan, yaitu pradigma analisistis, kritis, metodologis,historis, dan empiris. Sebagai agama, Islam lebih bersifat memihak romantis,apologis, dan subjektif. sedangkan jika dilihat dari segi historisnya yakni islamdalam arti yang dipraktikkan oleh manusia serta tumbuh dan berkembang dalamsejarah kehidupan manusia, maka Islam dapat dikatakan sebagai sebuah disiplinilmu, yakni ilmu keislaman atai
 Islam Studies
Perbedaan dalammelihat Islam yag demikian itu dapat menimbulkan perbedaan dalam menjelaskan Islam itu sendiri. Ketika islam dilihat dari sudur normatif, Islam merupakan agama yang di dalamnya berisi ajaran Tuhan denganurusan akidah dan
muamalah
sedangkan ketika Islam dilihat dari sudut historis atausebagaimana yang tampak dalam Islam tampil sebagai sebuah disiplin ilmu ( IslamicStudies ).

B.METODE MEMAHAMI ISLAM
       Pada bagian ini penulis akan mencoba menelusuri metode memahami Islam sepanjang yang dapat dijumpai dari berbagai literatur keislaman. Dalam buku herjudul Tentang Sosiologi Islam, karya Ali Syari'ati, dijumpai uraiansingkat mengenai metode memahami yang pada intinya Islam harus dilihat dari berbagai dimensi. Dalam hubungan ini, ia mengatakan jika kita meninjau Islamdari satu sudut pandangan saja, maka yang akan terlihat ha-nya satu dimensi sajadari gejalanya yang bersegi banyak. Mungkin kita berhasil melihatnya secaratepat, namun tidak cukup bila kita ingin memahaminya secara keseluruhan.Buktinya ialah Alquran sendiri. Kitab ini memiliki banyak dimensi; sebagiannyatelah dipelajari oleh sarjana-sarjana besar sepanjang sejarah. Satu dimensi,misalnya, mengandung aspek-aspek linguistik dan sastra Alquran. Para sarjanasastra telah mempelajarinya secara terperinci. Dimensi lain terdiri atas tema-temafilosofis dan keimanan Alquran yang menjadi bahan pemikiran hagi para filosof serta para teolog hari ini. Dimensi alquran lainnya lagi yang belum dikenal ialahdimensi manusiawinya, yang mengandung persoalan historis, sosiofogis, dan psikologis. Dimensi ini belum banyak dikenal, karena sosiologi, psikologi ilmu-ilmu manusia memang jauh lebih muda dibandingkan ilmu-ilmu alam. Apalagiilmu sejarah yang merupakan ilmu termuda di dunia. Namun yang dimaksudkandengan ilmu sejarah di sini tidaklah identik dengan data historis ataupun buku- buku sejarah yang tergolong dalam buku-buku tertua yang pernah ada.
Untuk memahami islam secara benar ini, Nasruddin Razak mengajukanempat cara. :
 Pertama
     Islam harus dipelajari dari sumbernya yang asli, yaitu Alqurandan Al-Sunnah Rasulullah. Kekeliruan memahami Islam, karena orang hanyamegenalnya dari sebagian ulama dan pemeluknya yang telah jauh dari bimbinganAlquran dan Al-Sunnah, atau melalui pengenalan dari sumber – sumber kitabfiqih dan tasawuf yang semangatnya sudah tidak sesuai dengan perkembanganzaman. Mempelajari Islam dengan cara demikian akan menjadikan orang tersebutsebagai pemeluk Islam yang sinkretisme, hidup penuh bid’ah dan khurafat, yaknitelah tercampur dengan hal-hal yang tidak Islami, dari ajaran Islam yang murni.
 Kedua
      Islam harus dipelajari secara integral, tidak dengan cara parsial,artinya dipelajari secara menyeluruh sebagai satu kesatuan yang bulat tidak secara. sebagian saja. Memahami Islam secara parsial akan membahayakan,menimbulkan skeptis, bimbang dan penuh keraguan.
 Ketiga
    Islam perlu dipelajar dari kepustakaan yang ditulis oleh paraulama besar
Keempat 
     Islam hendaknya dipelajari dari ketentuan normatif teologisyang ada dalam Alquran, baru kemudia dihubungkan dengan kenyataan historis,empiris, dan sosiologis yang ada di masyarakat. Dengan cara demikian dapatdiketahui tingkat kesesuaian atau kesenjangan antara Islam yang berada padadataran normatif teologis yang ada dalam Alquran dengan Islam yang ada padadataran historis, sosiologis, dan empiris
        Memahami Islam dengan cara keempat sebagaimana disebutkan di atas,akhir-akhir ini sangat diperlukan dalam upaya menjunjukkan peran sosial dankemanusiaan dari ajaran Islam itu sendiri.Dari uraian tersebut kita melihat bahwa metode yang dapat digunakan.untuk memahami Islam secara garis besar ada dua macam. Pertama, metodekomparasi, yaitu suatu cara memahami agama dengan membandingkan seluruhaspek yang ada dalam agama Islam tersebut dengan agama lainnya, dengar. carademikian akan dihasilkan pemahaman Islam yang objektif dan utuh Kedua,metode sintesis, vaitu suatu cara memahami Islam yang memadukan antarametode ilmiah dengan segala cirinya yang rasional, objektif, kritis, dan seterusnyadengan metode teologis normatif. Metode ilmiah digunakar. untuk memahamiIslam yang tampak dalam kenyataan historis, empiris, dar sosiologis, sedangkanmetode teologis normatif digunakan untuk memaham:
   Islam yang terkandungdalam kitab suci. Melalui metode teologis normatif ini seseorang memulainya darimeyakini Islam sebagai agama yang mutlak benar. Hal ini didasarkan pada alasan,karena agama berasal dari Tuhan dari apa yang berasal dari Tuhan mutlak benar,maka agamapun mutlak benar Setelah itu dilanjutkan dengan melihat agamasebagaimana norma ajaran yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupanmanusia yang secara keseluruhan diyakini amat ideal. Melalui metode teologisnormatif yang tergolong tua usianya ini dapat dihasilkan keyakinan dan kecintaanyang kuat, kokoh, dan militan pada Islam, sedangkan dengan metode ilmiah yangdinilai sebagai tergolong Muda usianya ini dapat dihasilkan kemampuanmenerapkan Islam yang diyakini dan dicintainya itu dalam kenyataan hidup sertamemberi jawaban terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi manusia






















TELAAH “ KONSTRUKSI TEORI” PENELITIAN AGAMA.
PENGERTIAN "KONSTRUKSI TEORI" PENELITIAN AGAMA
           Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, W.J.S. PoerwadarmintaMengartikan konstruksi adalah cara membuat (menyusun) bangunan – bangunan(jembatan dan sebagainya); dan dapat pula berarti susunan dan hubungan kata dikalimat atau di kelompok kata. Sedangkan teori berarti pendapat yangdikemukakan sebagai suatu keterangan mengenai suatu peristiwa (kejadian); dan berarti pula asas-asas dan hukum-hukum umum yang dasar suatu kesenian atauilmu pengetahuan. Selain itu, teori dapat pula berarti pendapat, cara-cara, danaturan-aturan untuk melakukan sesuatu.
Selanjutnya, dalam ilmu penelitian teori-teori itu pada hakikatnyamerupakan pernyataan mengenai sebab akibat atau mengenai adanya suatuhubungan positif antara gejala yang diteliti dari satu atau beberapa faktor tertentudalam masyarakat, misalnya kita ingin meneliti gejala bunuh diri. sudahmengetahui tentang teori integrasi atau kohesi sosial dari Emile Durkheim(seorang ahli sosiologi Perancis kenamaan), yang mengatakan adanya hubungan positif antara lemah dan kuatnya integrasi sosial dan gejala bunuh diri dari pengertian – pengertian tersebut, kita dapat memperroleh suatu kesimpulan bahwayang dimaksud dengan Ksnstruksi teori adalah susunan atau bangunan dari suatu pendapat, asas-asas atau hukum – hukum mengenai sesuatu yang antara suatu danlainnya saling berkaitan, sehuingga membentuk suatu banunan.
Adapun penelitian berasal dari kata teliti yang artinya cermat, seksama, pemeriksaan yang dilakukan secara saksama dan teliti, dan dapat pula berarti penyelidikan, tujuan pokok dari kegiatan penelitian ini adalah mencari kebenaran-kebenaran objektif yang disimpulkan melalui data-data yang terkumpul.Kebenaran – kebenaran objektif yang diperoleh tersebut kemudian digunakansebagai dasar atau landasan untuk pembaruan, perkembangan atau perbaikandalam masalah-masalah teoritis dan praktis bidang-bidang pengetahuan yang bersangkutan.
Dengan demikian, penelitian mengandung arti upaya menemukan jawabanatas sejumlah masalah berdasarkan data-data yang terkumpul.
Barikutnya, sampailah kita kepada pengertian agama. Telah banyak ahli-ahli ilmu pengetahuan seperti antropologi, psikologi, sosiologi, dan lain-lain yangmengcoba mendefinikan agama. R.R. Maret salah seorang ahli antropologiInggris, menyatakan bahwa agama adalah yang paling sulit dari semua perkataanuntuk didefinisikan karena agama adalah menyangkut lebih daripada hanya pikiran, yaitu perasaan dan kemauan juga, dan dapat memanifestasikan darimenurut segi-segi emosionalnya walaupun idenya kabur.Harun Nasutionmenyebutkan adanya empat unsur penting yang terdapat dalam agama, yaitu :1)unsur kekuatan gaib yang dapat mengambil bentuk Dewa, Tuhan, dan sebagainya;2) unsur keyakinan manusia bahwa kesejahterahannya di dunia ini dan hidupnyadi akhirat nanti amat tergantung kepada adanya hubungan baik dengan kekuatangaib yang dimaksud; 3) unsur respond yang bersifat emosional dari manusia yangdapat mengambil bentuk perasaan takut, cinta, dan sebagainya; dan 4) unsur  pahan adanya yang kudus (sacred) dan suci yang dapat mengambil bentuk kekuatan gaib.
            Dari definisi-definisi tersebut, Harun Nasution selanjutnya menyebutkan adanya empat unsur penting yang terdapat dalam agama, yaitu:
1)   Unsur kekuatan gaib yang dapat rnengambil bentuk dewa, atau Tuhan, dan sebagainya
2) Unsur keyakinan manusia bahwa kesejahteraannya di dunia ini dan hidupnya di akhiratnanti amat bergantung kepada adanya hubungan baik dengan kekuatan gaib yangdimaksud 
3) Unsur respons yang bersifat emosional dari manusia yang dapatmengambil bentuk perasaan takut, cinta dan sebagainya dan
4) Unsur pahamadanya yang kudus (Sacred  ) dan suci yang dapat mengambil bentuk kekuatangaib, kitab yang mengandung ajaran-ajaran agama yang bersangkutan, dan dalam bentuk tempat-tempat tertentu.















TEORI-TEORI PENELITIAN AGAMA
       Teori adalah alat terpenting suatu ilmu pengetahuan. Tanpa teori berartihanya ada serangkian fakta atau data saja dan tidak ada ilmu pengetahuan. Teori itu
(1) menyimpulkan generalisasi fakta-fakta,
(2) memberi kerangka orientasi untuk analisis dan klasifikasi fakta-fakta,
(3) memberikan kerangka baru,
(4) mengisikekosingan pengetahuan tentang gejala – gejala yang telah ada atau sedang terjadi.
      Ilmu-    ilmu agama pada segi-seginya yang menyangkut masalah sosial,termasuk bagian yang dapat diteliti, dimatai dengan menggunakan piranti ilmiah ataumetodologi ilmiah yang didalamnya mengandung teori yang akan digunakan.Metodologi ilmiah ditentukan oleh objek yang dikaji. Kalau segi-segi tertentu agama,katakanlah Islam itu berada pafa fenomena sosial, niscaya metode pengakajianterhadap fenomena itu adalah ilmu-ilmu sosial. Adapun terhadap segi-segi lain yang berpangkal pada postulat – postulat yang lebih bersifat normatif dan dogmatis, sesuaidengan ajaran metode ilmiah yang harus mempertahankan objektivitas berdasarkankonsep-konsep pemikiran logis dan bukti-bukti empiris. Tentu saja kebenaran agamadalam norma dan dogma mendambakan kebenaran mutlak sedangkan kebenaranilmiah hanyalah kebenaran nisbi, berdasarkan pada logika dan ketetapan ilmu pengetahuan, Karena itu hakikat pengetahuan yang diperoleh melalui metode ilmu pengetahuan tidak mutlak sifatnya.
            Penggunan teori dalam kajian studi islam telah banyak dibahas para ahliRicard C. Martin dalam bukunya berjudul   Approaches  to Islam in religious studies
,telah membahas penggunaan teori dalam melakukan penelitian terhadap bidang studiagama Islam. Demikian pula buku yang berjudul Penelitian Agama Masalah dan pemikiran yang diedit oleh Mulyanto Sumradi telah pula mengkaji secara seksamatentang penggunaan teori dalam penelitian agama.
Jelasnya untuk mengenal Islam, kita tidak memilih satu pendekatan saja,karena Islam bukanlah berdimensi satu. Islam bukanlah agama yang didasarkansemata-mata pada perasaan-perasaan mistik manusia atau hanya terbatas kepadahubungan antara Tuhan dan manusia. Ini hanya dimensi dari akidah Islam. Untuk mengenal dimensi tertentu ini kita harus beralih kepada metode filsafat, karenahubungan antara manusia dan Tuhan merupakan bagian dari bidan pemikiran(filsafat).




BAB III
PENUTUP

MODEL PENELITIAN SEJARAH  ISLAM
1.      Kesimpulan
            Sejarah Islm meruapakan salah satu bidang studi Islam yang banyak menarik  perhatian para penelitia baik dari kalangan sarjana muslim maupun non muslim,karen abanyak manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian tersebut. Bagi umatIslam, mempelajari sejarah Islam selain akan memberikan kebanggaan juga sekaligus peringatas agar berhati-hati. Dengan mengetahui bahwa umat islam dalam sejarah pernah mengalami kemajuan dalam segala bidang selama beratus-ratus tahunmisalnya, akan memberikan rasa bangga dan percaya diri menjadi orang muslim.Demikian pula dengan mengetahui bahwa umat Islam juga mengalami kemunduran, penjajahan dan keterbelakangan, akan menyadarkan umat Islam untuk memperbaikikeadaan dirinya dan tampil untuk berjuang mencapai kemajuan.
Sementara itu, bagi para peneliti Barat, mempelajari sejarah Islam selaindiajukan untuk pengembangan ilmu, juga terkadang dimaksudkan untuk mencari-carikelemahan dan kekurangan umat Islam agar dapat dijajah dan sebagainya sebagainya.Disadari atau tidak, selama ini informasi mengenai sejarah Islam banyak berasal darihasil penelitian para sarjana Barat. Hal ini terjadi, karena selain masyarakat Baratmemiliki etos kemauan yang tinggi juga didukung oleh dana dan kemauan politik yang kuat dari para pemimpinnya. Sementara .dari kalangan para peneliti Muslimtampak di samping etos keilmuannya rendah, juga belum didukung oleh keahlian di bidang penelitian yang memadai serta dana dan dukungan politik dari pemeintah yangkondusif.
2.Saran
Hasil penelitian tersebut nampaknya berguna sebagai informasi awal untuk melakukan penelitian sejarah yang mengambil pendekadan kawasan. Penelitiantersebut dapat dikategorikan sebagai penelitian literatur yang didukung oleh survei,dan dianalisis dengan pendekatan sejarah dan perbandingan









Daftar Pustaka

· Model Penelitian Sejarah Islam Dr.H.Abuddin Nata Hal 313
• Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, Jakarta: Logos, 1998.
• Ahmad Abdul Hamid Ghurab, Menyingkap Tabir Orientalisme, Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1993.
• Ahmad Norma Permata, Metodologi Studi Agama, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.

Loading...


EmoticonEmoticon